Kamis, 02 Februari 2017

Apasih farmasi itu????

Apa yang dimaksud dengan "FARMASI"?

Farmasi berasal dari kata “PHARMACON” yang berarti obat atau racun. Sedangkan pengertian farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, informasi obat dan distribusi obat.
Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya. Mulanya "ilmu pengobatan" dimiliki oleh orang tertentu secara turun-temurun dari keluarganya. Bila kamu sering nonton film Cina, pasti banyak kalian lihat para tabib yang mendapatkan ilmunya dari keluarga secara turun-temurun. Itu gambaran "ilmu farmasi" kuno di Cina. Kalau di Yunani, yang biasanya dianggap sebagai tabib adalah pendeta. Dalam legenda kuno Yunani, Asclepius, Dewa Pengobatan menugaskan Hygieia untuk meracik campuran obat yang ia buat. Oleh mmasyarakatt Yunani Hygiea disebut sebagai apoteker (Inggris : apothecary). Sedangkan di Mesir, paktek farmasi dibagi dalam dua pekerjaan, yaitu : Yang mengunjungi orang sakit dan yang bekerja di kuil menyiapkan racikan obat.
Buku tentang bahan obat-obatan pertama kali ditulis di Cina sekitar 2735 SM, kemudian sekitar tahun 400 SM berdirilah sekolah kedokteran di Yunani. Salah seorang muridnya adalah Hipocrates yang menempatkan profesi tabib pada tataran etik yang tinggi. Ilmu farmasi secara perlahan berkembang. Di dunia Arab pada abad VIII, ilmu farmasi yang dikembangkan oleh para ilmuawan Arab menyebar luas sampai ke Eropa. Pada masa ini sudah mulai dibedakan peran antara seorang herbalist dengan kedokteran terjadi pada tahun 1240 ketika Kaisar Frederick II dari Roma melakukan pemisahan tersebut. Maklumat yang dikeluarkan tentang pemisahan tersebut menyebutkan bahwa masing2 ahli ilmu mempunyai keinsyafan, standar etik, pengetahuan, dan keterampilan sendiri-sendiri yang berbeda dengan ilmu lainnya. Dengan keluarnya maklumat kaisar ini, maka mulailah sejarah baru perkembangan ilmu farmasi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka lambang Ilmu Farmasi dan Kedokteran Berbeda. Ilmu Farmasi memakai lambang cawan dililit ular sedangkan kedokteran tongkat dililit ular.
Perkembangan ilmu farmasi kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia. Mulai Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa Barat. Sekolah Tinggi Farmasi yang pertama didirikan di Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1821 (sekarang sekolah tersebut bernama Philadelphia College of Pharmacy and Science). Setelah itu, mulailah era baru ilmu farmasi dengan bermunculannya sekolah-sekolah tinggi dan fakultas-fakultas di universitas.
Peran organisasi keprofesian atau keilmuwan juga ditentukan perkembangan ilmu farmasi. Sekarang ini banyak sekali organisasi ahli farmasi baik lingkup nasional maupun internasional. Di Inggris, organisasi profesi pertama kali didirikan pada tahun 1841 dengan nama "The Pharmaceutical Society of Great Britain". Sedangkan, di Amerika Serikat menyusul 11 tahun kemudian dengan nama "American Pharmaceutical Association". Organisasi internasionalnya akhirnya didirikan pada tahun 1910 dengan nama "Federation International Pharmaceutical".
Sejarah industri farmasi modern dimulai 1897 ketika Felix Hoffman menemukan cara menambahkan dua atom ekstra karbon dan lima atom ekstra karbon dan lima atom ekstra hidrogen ke adlam sari pati kulit kayu willow. Hasil penemuannya ini dikenal dengan nama Aspirin, yang akhirnya menyebabkan lahirnya perusahaan industri farmasi modern di dunia, yaitu Bayer. Selanjutnya, perkembangan (R & D) pasca Perang Dunia I. Kemudian, pada Perang Dunia II para pakar berusaha menemukan obat-obatan secara massal, seperti obat TBC, hormaon steroid, dan kontrasepsi serta antipsikotika.
Sejak saat itulah, dunia farmasi  terus berkembang dengan didukung oleh berbagai penemuan di bidang lain, misalnya penggunaan bioteknologi. Sekolah-sekolah farmasi saat ini hampir dijumpai di seluruh dunia. Kiblat perkembangan ilmu, kalau bolehh kita sebut, memang Amerika Serikat dan Jerman (karena di sanalah industri obat pertama berdiri).
Bagaimana dengan perkembangan farmasi di Indonesia? Perkembangan farmasi boleh dibilang dimulai ketika berdirinya pabrik kina di Bandung pada tahun 1896. Kemudian, terus berjalan sampai sekitar tahun 1950 di mana pemerintah mengimpor produk farmasi jadi ke Indoneisa. Perusahaan-perusahaan lokal pun bermunculan, tercatat ada Kimia Farma, Indofarma, Biofarma, dan lainnya. Di dunia pendidikan sendiri, sekolah tinggi atau fakultas farmasi juga dibuka di berbagai kota.

Sejarah ilmu farmasi

Sejarah Ilmu Farmasi

Sejarah Ilmu Farmasi
Farmasi berasal dari kata “PHARMACON” yang berarti obat atau racun. Sedangkan pengertian farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, informasi obat dan distribusi obat. 
Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya. Mulanya "ilmu pengobatan" dimiliki oleh orang tertentu secara turun-temurun dari keluarganya. Bila kamu sering nonton film Cina, pasti banyak kalian lihat para tabib yang mendapatkan ilmunya dari keluarga secara turun-temurun. Itu gambaran "ilmu farmasi" kuno di Cina. Kalau di Yunani, yang biasanya dianggap sebagai tabib adalah pendeta. Dalam legenda kuno Yunani, Asclepius, Dewa Pengobatan menugaskan Hygieia untuk meracik campuran obat yang ia buat. Oleh mmasyarakatt Yunani Hygiea disebut sebagai apoteker (Inggris : apothecary). Sedangkan di Mesir, paktek farmasi dibagi dalam dua pekerjaan, yaitu : Yang mengunjungi orang sakit dan yang bekerja di kuil menyiapkan racikan obat.
Buku tentang bahan obat2an pertama kali ditulis di Cina sekitar 2735 SM, kemudian sekitar tahun 400 SM berdirilah sekolah kedokteran di Yunani. Salah seorang muridnya adalah Hipocrates yang menempatkan profesi tabib pada tataran etik yang tinggi. Ilmu farmasi secara perlahan berkembang. Di dunia Arab pada abad VIII, ilmu farmasi yang dikembangkan oleh para ilmuawan Arab menyebar luas sampai ke Eropa. Pada masa ini sudah mulai dibedakan peran antara seorang herbalist dengan kedokteran terjadi pada tahun 1240 ketika Kaisar Frederick II dari Roma melakukan pemisahan tersebut. Maklumat yang dikeluarkan tentang pemisahan tersebut menyebutkan bahwa masing2 ahli ilmu mempunyai keinsyafan, standar etik, pengetahuan, dan keterampilan sendiri-sendiri yang berbeda dengan ilmu lainnya. Dengan keluarnya maklumat kaisar ini, maka mulailah sejarah baru perkembangan ilmu farmasi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka lambang Ilmu Farmasi dan Kedokteran Berbeda. Ilmu Farmasi memakai lambang cawan dililit ular sedangkan kedokteran tongkat dililit ular.
Perkembangan ilmu farmasi kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia. Mulai Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa Barat. Sekolah Tinggi Farmasi yang pertama didirikan di Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1821 (sekarang sekolah tersebut bernama Philadelphia College of Pharmacy and Science). Setelah itu, mulailah era baru ilmu farmasi dengan bermunculannya sekolah-sekolah tinggi dan fakultas2 di universitas.
Peran organisasi keprofesian atau keilmuwan juga ditentukan perkembangan ilmu farmasi. Sekarang ini banyak sekali organisasi ahli farmasi baik lingkup nasional maupun internasional. Di Inggris, organisasi profesi pertama kali didirikan pada tahun 1841 dengan nama "The Pharmaceutical Society of Great Britain". Sedangkan, di Amerika Serikat menyusul 11 tahun kemudian dengan nama "American Pharmaceutical Association". Organisasi internasionalnya akhirnya didirikan pada tahun 1910 dengan nama "Federation International Pharmaceutical".
Sejarah industri farmasi modern dimulai 1897 ketika Felix Hoffman menemukan cara menambahkan dua atom ekstra karbon dan lima atom ekstra karbon dan lima atom ekstra hidrogen ke adlam sari pati kulit kayu willow. Hasil penemuannya ini dikenal dengan nama Aspirin, yang akhirnya menyebabkan lahirnya perusahaan industri farmasi modern di dunia, yaitu Bayer. Selanjutnya, perkembangan (R & D) pasca Perang Dunia I. Kemudian, pada Perang Dunia II para pakar berusaha menemukan obat-obatan secara massal, seperti obat TBC, hormaon steroid, dan kontrasepsi serta antipsikotika.
Sejak saat itulah, dunia farmasi  terus berkembang dengan didukung oleh berbagai penemuan di bidang lain, misalnya penggunaan bioteknologi. Sekolah-sekolah farmasi saat ini hampir dijumpai di seluruh dunia. Kiblat perkembangan ilmu, kalau bolehh kita sebut, memang Amerika Serikat dan Jerman (karena di sanalah industri obat pertama berdiri).
Bagaimana dengan perkembangan farmasi di Indonesia? Perkembangan farmasi boleh dibilang dimulai ketika berdirinya pabrik kina di Bandung pada tahun 1896. Kemudian, terus berjalan sampai sekitar tahun 1950 di mana pemerintah mengimpor produk farmasi jadi ke Indoneisa. Perusahaan-perusahaan lokal pun bermunculan, tercatat ada Kimia Farma, Indofarma, Biofarma, dan lainnya. Di dunia pendidikan sendiri, sekolah tinggi atau fakultas farmasi juga dibuka di berbagai kota.

Alasan memilih sekolah jurusan farmasi

Alasan kenapa kita memilih smk farmasi?

1. Keinginan Untuk Membantu Orang Lain Agar Bisa Cepat Sembuh
Selain dokter dan tenaga medis lainnya, seorang apoteker tentu saja memegang peranan penting dalam membantu percepatan kesembuhan pasien. Dengan kemampuan yang dimilikinya dalam memilih obat yang paling cocok sesuai gejala yang diderita sekaligus menghindarkan dari kesalahan pemberian obat bagi pasien.
2. Senang Bekerja & Berinteraksi Langsung Dengan Pasien
Hari gini, bukan hanya dokter atau perawat yang bisa berinteraksi langsung dengan pasien, seorang apoteker pun demikian. Pasien bisa langsung datang ke apotek untuk melakukan konsultasi kesehatan dini. Apoteker modern harus mulai berpikir untuk bisa menyediakan layanan lebih, tidak hanya sekedar memberikan obat sesuai resep. Lebih dari itu, sangat memungkinkan bagi seorang apoteker untuk melakukan pelayanan kesehatan lainnya seperti imunisasi, layanan cek gula darah, kolesterol, gula (diabetes), konsultasi berhenti merokok, dsb. Tentunya semua pelayanan ini HARUS disertai kompetensi dan ketersediaan alat-alat yang mumpuni juga.
3. Kesempatan Kerja yang Luas & Beragam
Apoteker dapat bekerja di berbagai lapangan pekerjaan. Mayoritasnya bekerja sebagai wirausaha dengan membuka toko obat/apotek atau bekerja sebagai tenaga ahli di industri-industri farmasi. Selain itu beberapa diantaranya ada pula yang menjadi tenaga pengajar profesional di lembaga pendidikan, atau bahkan mendirikan/memiliki lembaga pendidikan dengan kompetensi kefarmasian. Bagaimanapun ahli farmasi termasuk kedalam bagian yang mempunyai peran penting dalam sistem kerja bidang kesehatan.
4. Permintaan Tenaga Ahli Farmasi yang Semakin Meningkat
Situasi ini tentunya merupakan dampak dari keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Semakin meningkatnya populasi penduduk, keberadaan rumah sakit, puskesmas, klinik2 kesehatan, tentunya harus diimbangi pula dengan keberadaan para apoteker yang kompeten. Industri obat modern pun demikian, produksi dan inovasi obat yang semakin hari makin beragam, menuntut para ahli2 farmasi untuk bekerja dalam tim riset & pengembangan perusahaan mereka menghasilkan produk2 yang berkualitas dan diterima masyarakat.

Lokasi-lokasi Smk farmasi di Indonesia

Daftar Nama & Alamat Lembaga Pendidikan Farmasi di Indonesia

No
Perguruan Tinggi Farmasi
Alamat / Telpon / Fax
1
Jurusan Farmasi FMIPA
Universitas Andalas (UNAND), Padang
Kampus UNAND, Limau Manis, Padang Sumatera Barat. 25163.Telp. (0751)71682 Fax. (0751) 73118
2
Departemen Farmasi FMIPA-UI Universitas Indonesia (UI) Depok
Kampus Universitas Indonesia, Depok, 16424, Telp. (021) 7270031, 78849001 Fax. (021) 7863433, 78849004
3
Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta
Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640. Telp. (021) 7864725, 7864727, 7864728, Fax. (021) 7864727
4
Jurusan Farmasi FMIPA Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta
Bhumi Serengseng Indah, Serengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan. Telp. (021) 7271112
5
Fakultas Farmasi Unniversitas Tujuh Belas Agustus 1945, Jakarta
Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara, 14350. Telp./Fax. (021) 6513836, 64715666
6
Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Jakarta
Jl. Delima II/VI, Perumnas Kelender Jakarta Timur, 13460. Telp. (021) 8611070, 8604363.Fax. (021)8611070
7
Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung
Jl. Ganesa 10 Bandung. Telp. (022) 2504852, 2512296. Fax. (022) 2504852
8
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung
Jl. Raya Bandung Sumedang Km 21
Jatinangor, Sumedang, 45363 Telp/Fax. (022) 7796200
9
Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
Jl. Soekarno Hatta 754, Cipadung,Bandung
Tel/Fax (022) 7830760
10
Jurusan Farmasi FMIPA,Universitas Garut (UNIGA)
Jl. Jati No. 42 B. Tarogong, Garut, Jawa Barat. Telp/Fax. (0262) 540007
11
Jurusan Farmasi FMIPA,Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI)
Jl. Terusan Jenderal Sudirman PO.BOX 148 Cimahi, Telp (022) 6650646, 6631581 Fax. (022) 6631581
12
Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Sekip Utara, Yogyakarta.Telp. (0274) 543120, Fax. (0274) 543120, 546858
13
Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Jl. Kapas No.9, Semaki, Yogyakarta. Telp. (0274) 563155
14
Fakultas Farmasi,Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta
Kampus III Paingan, Maguwohardjo, Depok Sleman, Yogyakarta, 55281 Alamat Surat: Mrican Tromol Pos 29 Telp (0274) 883968
15
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya
Jl. Dharmawangsa Dalam, Surabaya 60286. Telp. (031) 5033710. Fax: (031) 5020514
16
Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (UBAYA), Surabaya
Jl. Kalirungkut, Surabaya 60293. Telp. (031) 2981110, 2981112. Fax : (031) 2981111
17
Fakultas Farmasi Universitas Widya Mandala
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya 60265. Telp. (031) 5678478 Fax. (031) 5610818
18
Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar
Kampus UNHAS Tamalanrea, Makasar. Telp. (0411) 558556. Fax: (0411) 558555
19
Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU), Meda
Jl. Bioteknologi No. 1 Kampus USU Medan. Telp. (061) 8223558. Fax : (061) 8214290
20
Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi, Surakarta
Jl. Letjen Sutoyo, Surakarta 57127 Telp. (0271) 852518. Fax : (0271) 853275
21
Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
Jl. Kaliurang KM 14. Telp. (0274) 895920, 896439. Fax: (0274) 896439. Kotak Pos 75. Sleman 55501
22
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
Jl. Raya Dukuhwaluh, Kampus Dukuhwa-luh I Kec. Kembaran. Kab. Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah. Telp. (0281) 636751, 630463 Fax : (0281) 637239
23
Fakultas Farmasi,Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A.Yani, Tromol Pos I Pabelan, Kartasura, Surakarta. 57102. Telp. (0271) 717417. Fax: 715448
24
Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Kristen Indonesia (UKI), Tomohon, Sulawesi Utara
Kampus III Telete II PO Box 4
Tomohon, Sulawesi Utara 95362.
Telp. (0431) 354933. Fax (0431) 341145
25
Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar
Jl. Urip Sumoharjo Km.05 Makassar 90231Telp/Fax (0411) 874051
26
Jurusan Farmasi FMIPA, Universitas Pancasakti, Makassar
Jl. A. Mangerangi No. 73Makassar.
Telp. (0411) 871306 Fax. (0411) 588566
27
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah, Jakarta
Kampus II Jl. Kerta Mukti Pisangan Ciputat 15412. Jakarta Selatan Telp/Fax (021) 7404985
28
Sekolah Tinggi Farmasi Riau
Jl Pattimura No. 9, Pekan Baru, Riau
Telp. ( 0761) 7077575
Fax. ( 0761) 23392
29
Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim
Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang, 50236Tlp/Fx.(024) 8505680
30
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang
Jl. Adinegoro Km. 17 Lubuk Buaya, Padang, Sumatera Barat, 25173 Telp. (0751) 482171
31
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi dan Penge tahuan Alam (STIFA) Pelita Emas. Palu
Jl. Monginsidi 106 A, Palu, Sulawesi Tengah Telp. (0451) 458681
32
Program Studi Farmasi FMIPA
Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang, Banten
Jl. Raya Labuan Km.23 Saketi,Pandeglang, Banten 42273 Tel/Fax. 0253- 401773
33
Program Studi Farmasi FMIPA
Universitas Indonesia Timur, Makssar
Jl. Rappocini Raya No. 171 PO BOX 1667, Makassar 90222,Telp/Fax: 04111- 421974
34
Program Studi Farmasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto, 53122, Telp/Fax. (0281) 642840
35
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI), Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 354 (Parakan Resik), Bandung, 40266 Telp. (022) 7514355. Fax. (022) 7566484
36
Fakultas Farmasi, Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan
Jl. Jambi No. 59, Medan 20232
Telp. (061) 4535945, 4535989, 4533863. Fax. (061) 45344731
37
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ngudi Waluyo, Semarang
Jl. Gedongsongo, Mijen- Ungaran, Semarang Telp. (024) 6925408
38
Jurusan Farmasi FMIPA, Universitas Tulang Bawang, Bandar-Lampung
Jl. Gadjah Mada No. 34, Kotabaru
Bandar Lampung, 35121
39
Program Studi Farmasi, Universitas Jember
Jln. Kalimantan I/ No. 2, Jember 68121
40
Program Studi Farmasi, Universitas Pakuan, Bogor
P O Box 452, Bogor

Keuntungan memilih smk jurusan farmasi

Keuntungan Memilih Jurusan Farmasi

Farmasi juga termasuk dari bidang kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat.

Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisionalseperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien(patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat.
Farmasis (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana kesehatan
Keunggulan jurusan farmasi dari jurusan yang lain adalah:
Jurusan farmasi mempelajari berbagai sediaan obat dan zat aktif yang terkandung di dalamnya. Kebanyakan orang hanya mengetahui merk obatnya saja tanpa mengetahui zat yang berkhasiat dalam obat tersebut. Dengan kompetensi ini, seorang farmasis dapat lebih leluasa memilih obat yang sesuai.
Disamping mempelajari zat kimia sintetis yang berkhasiat obat, jurusan farmasi juga mempelajari bagian-bagian hewan dan tumbuhan yang mengandung zat-zat yang berkhasiat obat.

Bidang farmasi dan kedokteran bekerja sama dalam memberikan terapi untuk berbagai macam penyakit. Pada dasarnya tugas seorang dokter adalah mendiagnosis penyakit sementara kewenangan untuk memutuskan obat dan terapi apa yang akan diberikan sebagai penanganan penyakit serta pengawasan efektivitas terapi tersebut berada di tangan seorang farmasis (apoteker).

Dengan pengetahuan kefarmasian, racun-racun kimia yang ada dapat diatur sehingga dapat memberikan efek terapi yang efektif.

Secara kasat mata, bidang farmasi dan teknik kimia memang tampak serupa namun bidang farmasi lebih terspesialisasi memproduksi bentuk sediaan obat sebagai hasil riil.

Lapangan kerja bagi lulusan farmasi cukup luas mulai dari apotek, bagian kefarmasian rumah sakit maupun puskesmas dan klinik, peneliti Badan dan Balai POM, wirausaha mandiri, perusahaan industri (makanan, obat, kosmetik, dll), dan tenaga pengajar (dosen).

Hal-hal yang diajarkan di smk farmasi

Mata Pelajaran SMK Farmasi 


Mata Pelajaran farmasi atau mata diklat SMK bidang keahlian kesehatan kompetensi keahlian farmasi belum mempunyai buku pedoman khusus seperti halnya SMK bidang keahlian lainnya, oleh karena itu guru-guru mata pelajaran kompetensi keahlian farmasi harus pintar-pintar membuat modul atau buku ajar sendiri sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran.  Di SMK Farmasi, guru farmasi diperbolehkan memilih menggunakan pengajaran dalam bentuk mata pelajaran atau dalam bentuk kompetensi saja dalam proses pembelajaran.  Jika menggunakan kompetensi, guru farmasi tidak akan repot dalam memberikan nilai saat pengisian ijasah.  Sebaliknya jika menggunakan bentuk mata pelajaran, guru farmasi tidak akan repot dalam menggunakan modul materi ajar.  Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berikut Presentasi Kompetensi Dasar SMK Bidang Keahlian Kesehatan Kompetensi Keahlian Farmasi konsentrasi farmasi komunitas terbaru:
1. Distribusi Obat
2. Memahami dasar-dasar kimia dan prinsip kerja kefarmasian
3. Memahami Farmakognosi
4. Penggolongan PKRT dan Alkes
5. Membuat obat tradisional dan fitofarmaka
6. Mendeskripsikan penggolongan obat
7. Menerapkan akuntansi dalam bidang farmasi
8. Menerapkan managemen dan administrasi di bidang farmasi
9. Menerapkan ilmu kesehatan masyarakat
10. Menerapkan K3LH
11. Menerapkan pembuatan sediaan obat sesuai resep dokter di bawah pengawasan apoteker